Rabu, 23 Mei 2012

malin kundang

sinopsis malin kundang

ikhsan yulianto cah kamonganMalin Kundang ini adalah seorang keluarga miskin yang hidup di sebuah gubug, dia adalah anak satu-satunya di keluarganya, dan pada suatu ketika ayahnya yang seorang nelayan itu berlayar hentah kapan kembali sehingga ibunya menggantikan posisi ayahnya untuk mencari nafkah.

Malin Kundang  adalah anak yang cerdas tapi dia nakal dan suatu hari dia terjatuh karena tersandung batu, dan dilengannya ada bekas luka, lukanya itu tidak bisa hilang dan setelah beranjak dewasa Malin Kundang merasa kasian dengan orang tuanya itu dan dia memutuskanuntuk mancari nafkah di negera seberang.

Pada awalnya ibunya tidak setuju dengan maksudnya Malin Kundang itu, tetapi Malin Kundang mendesak ibunya dan dengan berat hati ibunya mengijinkan Malin untuk merantau ke negeri seberang.

Selama di kapal Malin Kundang banyak belajar tentang  ilmu pelayaran dari para awak-awak kapal yang sudah berpengalaman, dan pada suatu hari datanglah bajak laut menyerang kapal yang dinaiki Malin Kundang, seluruh awal kapal mati , tak ada satupun yang tersisah , tapai syukurlah Malin Kundang terselamatkan.

Dia terdampar samapai di sebuah desa yang sangat subur, dan berkat bantuan warga desa selamatlah dia. karena kegigihan dan keuletannya dia bekerja. lama-kelamaan Malin Kundang berhasil menjadi orang yang kaya raya. dia mempunyai banyak kapal dan akan buahnya lebih dari 100 orang.

Setelah menjadi orang kaya Malin Kundang mempersunting seorang wanita untuk dijadikan istrinya, berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya dan sudah mempunyai istri terdengar oleh ibunya, dan ibunya merasa senang setiap hari dia pergi kedermaga untuk melihat-lihat kapan anaknya itu akan pulang.
Pada suatu hari Malin dan istrinya melakukan pelayaran, dan singgah tepat di kesa tempat dia dilahirkan, pada waktu itu ibunya yang setiap hari menuggu kedatangannya berfikir bahwa itu adalah anaknya yang talah lama menghilang, dan diapun langsung memeluknya dan berkata Malin Kundang anakku, Malin Kundang kemudian melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh, Malin berkata : "Seenaknya saja engkau mengaku-ngaku sebagai ibuku" karena Malin Kundang malu dengan ibunya yang memakai baju copang-camping, kemudian istrinya berkata : " wanita itu ibumu ?" dan Malin Kundang menjawab : "tidak dia adalah seorang wanita miskin yang berpura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapat hartaku.

Mendengan perlakuan dan perkataan anaknya itu ibunya sangat marah, dia tidak menduga anaknya itu menjadi anak yang durhaka karena kemarahannya yang memuncak, itunya itu menegadahkan tangannya sambil berkata " Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang, setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

0 komentar:

Poskan Komentar